Masihkah kita ingat dengan sosok seorang Sumayyah. Ia
dikenal sebagai syahidah pertama dalam Islam. Sumayyah Binti Kahiyyat
dan Yasir pernah disiksa oleh Abu Jahal Bin Hisyam ditengah-tengah
padang pasir, Ramdha. Saat tahu tentang itu, Rasulullah datang dan
berkata, “Hai keluarga Yasir, sabarlah! kalian dijanjikan pahala surga.”
Bahkan
mereka diancam akan dibunuh jika tidak meninggalkan agama Islam. Kedua
orangtua Ammar, Yasir dan Sumayah, tetap berpegang teguh memegang Islam
dengan berani berujar di hadapan para musyrikin, “kami yang sudah suci
dengan Islam tidak mau mengotorinya lagi.” Mendengar itu para musyrikin
marah dan akhirnya membunuh keduanya dengan tombak.
Sumayyah
memilih tetap bertahan. Meski ia bisa saja memilih kalah dan kembali
kepada kejahiliahan. Tapi dia adalah seorang muslimah yang paham pilihan
yang benar. Ia pilih mati sebagai syuhada pertama di sejarah Islam. Dan
tentu saja pahalanya lebih besar, janah dan ridha Allah atas dirinya.Kini,
kita juga dihadapkan pada sebuah peristiwa mengagumkan. Seorang wanita
di abad ini yang tetap bertahan dengan jilbab yang dia kenakan. Marwah
Al Sharbini, seorang muslimah berusia 32 tahun, yang ditikam sampai mati
oleh pria 28 tahun asal Jerman dengan keturunan Rusia dalam ruang
sidang di timur kota Dresden pada Rabu, 1 Juli 2009. Dia ditikam 18
kali, sebelum wanita hamil tersebut memulai kesaksiannya melawan pria
yang melecehkan dirinya karena memakai hijab. Tragis!
Dua
peristiwa ini menghentakkan hati kita tentang betapa hidayah begitu
berharga bagi mereka. Karena mereka melihat bahwa tiada ilah yang wajib
ditaati selain Allah. Tidak ada tujuan yang hendak dicari, kecuali hanya
ridha Allah. Mereka akan berbuat apa saja, selama itu bisa mendatangkan
keridaan Allah. Bahkan kalau pun mereka harus mati untuk mendapatkan
ridha Allah, mereka pasti akan melakukannya.
Dari situ kita
belajar, bahwa berislam berarti menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada
ketentuan Allah. Apa yang Allah mau, apa yang Allah inginkan, kita akan
berusaha melakukannya. Tanpa pamrih, tanpa embel-embel dan tanpa
tuntutan apa pun. Kita juga akan sangat menghindari perkataan yang
membuat Allah murka, tindakan yang membuat Allah tidak ridha kepada
kita. Kita akan sangat berhati-hati dalam berkata-kata, dalam bersikap
dan dalam beramal. Karena bagi kita hidayah Allah itu mahal, dan lebih
berarti daripada hanya seonggok dunia.
Inilah nilai yang harus
kita tanamkan kepada muslimah dan anak-anak gadis kita. Bahwa memegang
erat hidayah, sama pentingnya dengan mendapatkan hidayah itu sendiri.
Carilah hidayah dengan upaya terkeras kita, dan bila sudah
mendapatkannya, jangan dilepas begitu saja. Pertahankan, dengan jiwa
yang ada di raga.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Total Pageviews
Popular Posts
Followers
Blog Archive
-
▼
2014
(46)
-
▼
April
(20)
- Jangan Mikir Dunia Mulu Bro!
- Belajarlah Menghargai Hidayah
- Waspada: Usangnya Peta Kasih Suami Istri
- Lebih Bodoh Sang Majikan, atau Pelayannya?
- [Sejarah] Kopi, Minumannya Orang Islam yang Mencer...
- Wahai Rasulullah, Izinkan Aku Berzina!
- Apa Arti Pernikahan Bagi Anda?
- Investasi Dunia Akhirat
- Renungan Menghadapi Kematian
- Larangan Berbuat Sombong
- Setan Berkalung Serban
- Penyebab Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar
- Mari Memperbaiki Akhlak
- Basahi Bibir dengan Zikir
- Bahagiakan Orang Lain
- Hal yang Membuatku Malu pada Diri Sendiri
- 6 Ilmu yang Menyelamatkan Manusia.
- Jangan Tunda Berbuat Baik
- Jangan Gila Hormat
- Bersabarlah Jika Saudaramu ....
-
▼
April
(20)
Blogroll
Blog Archive
-
▼
2014
(46)
-
▼
April
(20)
- Jangan Mikir Dunia Mulu Bro!
- Belajarlah Menghargai Hidayah
- Waspada: Usangnya Peta Kasih Suami Istri
- Lebih Bodoh Sang Majikan, atau Pelayannya?
- [Sejarah] Kopi, Minumannya Orang Islam yang Mencer...
- Wahai Rasulullah, Izinkan Aku Berzina!
- Apa Arti Pernikahan Bagi Anda?
- Investasi Dunia Akhirat
- Renungan Menghadapi Kematian
- Larangan Berbuat Sombong
- Setan Berkalung Serban
- Penyebab Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar
- Mari Memperbaiki Akhlak
- Basahi Bibir dengan Zikir
- Bahagiakan Orang Lain
- Hal yang Membuatku Malu pada Diri Sendiri
- 6 Ilmu yang Menyelamatkan Manusia.
- Jangan Tunda Berbuat Baik
- Jangan Gila Hormat
- Bersabarlah Jika Saudaramu ....
-
▼
April
(20)
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar