Oleh: Mahmud Yunus
Allah SWT berfirman, “Semua
yang berada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan
kebesaran Allah). Dan Dia-lah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan
mematikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS al-Hadid [57] : 1 - 2).
Firman lainnya menyebutkan, “Katakanlah:
Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada
orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang
Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau
hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala
kebajikan. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau
masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam.
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang
mati dari yang hidup. Dan, Engkau beri rezeki siapa yang Engkau
kehendaki tanpa hisab (batas).” (QS Ali Imran [3] : 26 -27). Subhanallah.
Mari
kita renungkan firman Allah itu. Semua yang berada di langit dan di
bumi bertasbih kepada-Nya. Mana buktinya? Dalam sebuah hadis yang cukup
panjang, Abu Dzar menceritakan dia pernah meminta izin Rasulullah untuk
menyendiri di suatu tempat.
Sebelum berangkat, dia sempat
menanyakan keberadaan khadam atau pelayannya. Pelayan itu sedang berada
di rumahnya. Abu Dzar bergegas menemuinya. Ternyata, pelayan itu sedang
duduk bersandar pada sebuah sandaran. Sendirian.
Anehnya, ujar
Abu Dzar, dia seakan-akan tengah tergesa-gesa. Lalu, dia mengucapkan
salam dan dijawab olehnya sebagaimana mestinya. Pelayan itu bertanya
kepada Abu Dzar, “Atas izin siapa kamu datang kemari?” Dia menjawab, “Atas izin Allah dan Rasul-Nya.”
Pelayan
itu mempersilakan Abu Dzar duduk. Dan, Abu Dzar duduk di sampingnya.
Baru saja Abu Dzar duduk, Abu Bakar datang dengan tergopoh-gopoh. Abu
Bakar mengucapkan salam dan dijawab oleh dia sebagaimana mestinya.
Tidak lama berselang, Umar bin Khaththab datang, kemudian Utsman bin Affan pun datang. Pelayan itu bertanya, “Atas izin siapa kalian datang kemari?” Abu Bakar, Umar, dan Utsman menjawab, “Kami datang kemari atas izin Allah dan Rasul-Nya.”
Lalu, Rasulullah pun datang. Dan, kisah yang menakjubkan dimulai. Beliau bersabda, “Mengapa sedikit sekali makanan yang tersisa ini?” Mendengar ungkapan itu semua sahabat diam saja karena tidak mengerti maksudnya.
Tiba-tiba
beliau mengambil kira-kira enam butir kerikil. Kerikil itu
sekonyong-konyong bertasbih di tangan Rasulullah hingga terdengar oleh
pohon-pohon kurma di sekelilingnya. Masing-masing satu butir kerikil
dipindahkan ke tangan Abu Bakar, Umar, dan Utsman.
Dan,
subhanallah, kerikil itu bertasbih di tangan mereka. Semua yang hadir
terdiam menyaksikan mukjizat itu. Takjub, luar biasa. Di dalam sejumlah
hadis dinyatakan, keutamaan bertasbih sangat luar biasa.
Rasulullah bersabda, “Ada
dua kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat dalam timbangan dan
(kalimat) itu dicintai oleh Ar-Rahman (Allah yang Maha Pemurah), yakni
'subhanallah wa bihamdihi, subhanallahi al-adhimi'.” (HR Bukhari dan Muslim).
Beliau bersabda, “Apakah
seseorang di antara kamu tidak mampu berbuat seribu kebaikan setiap
hari? Lalu, ada seseorang dari sahabat itu bertanya kepada beliau:
Bagaimana caranya seseorang di antara kami dapat berbuat seribu kebaikan
setiap hari? Beliau bersabda: Dia membaca tasbih (subhanallah) seratus
kali. Maka, baginya akan dicatat seribu kebaikan atau baginya akan
dihapus dari padanya seribu kesalahan.” (HR Muslim).
Beliau bersabda, “Barang
siapa membaca 'subhanallah wa bihamdih' seratus kali dalam sehari, akan
dihapus dosa-dosanya sekali pun sebanyak buih di laut.” (HR Bukhari dan Muslim).
Pada kesempatan lain beliau bersabda, “Ucapan
yang paling dicintai Allah ada empat macam. Terserah kalian mau mulai
dari mana saja pun boleh, yakni subhanallah, alhamdulillah, la ilaha
ilallah, dan allahu akbar.'' (HR Muslim).
Sebagai manusia
sudah semestinya kita bertasbih kepada Allah. Bagaimana tidak? Sedangkan
semua yang berada di langit dan di bumi bahkan kerikil pun bertasbih
kepada-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Total Pageviews
Popular Posts
Followers
Blog Archive
-
▼
2014
(46)
-
▼
Maret
(21)
- Sakit adalah Wujud Kasih Sayang Allah
- Segera Berbuat Baik
- Berbuatlah karena Allah
- Belajar Khusyuk
- Bertasbihlah
- Rahasia Ihklas
- Sayangi Ibu
- Bekerjalah Kamu
- Biar Sedikit Tapi Halal
- Muhasabah
- Ayah : Sahabat Tumbuh Kembang Anak
- Keluarga Penghuni Surga
- Apa yang Kau Cari ?
- Kemana Perginya Doa ...
- Everybody's Changing
- Merenungi Nikmat-Nya
- Lebah dan Lalat
- Pahit Manis Kehidupan ...
- Ukuran Sukses Seorang Ayah
- Mari kita Bulatkan tekad untuk selalu meningkatkan...
- One Day One Juz Al Quran
-
▼
Maret
(21)
Blogroll
Blog Archive
-
▼
2014
(46)
-
▼
Maret
(21)
- Sakit adalah Wujud Kasih Sayang Allah
- Segera Berbuat Baik
- Berbuatlah karena Allah
- Belajar Khusyuk
- Bertasbihlah
- Rahasia Ihklas
- Sayangi Ibu
- Bekerjalah Kamu
- Biar Sedikit Tapi Halal
- Muhasabah
- Ayah : Sahabat Tumbuh Kembang Anak
- Keluarga Penghuni Surga
- Apa yang Kau Cari ?
- Kemana Perginya Doa ...
- Everybody's Changing
- Merenungi Nikmat-Nya
- Lebah dan Lalat
- Pahit Manis Kehidupan ...
- Ukuran Sukses Seorang Ayah
- Mari kita Bulatkan tekad untuk selalu meningkatkan...
- One Day One Juz Al Quran
-
▼
Maret
(21)
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar